DERMAGA
CINTA
Awan mendung menutup permukaan
langit,memberi batas hitam antara langit dan bumi,menghalangi sinar mentari
yang mulai tergelincir.Sesekali terdengar suara gemuruh menggelagar dari atas
langit.Angin bertiup kencang tak tentu arah,menggugurkan dedaunan menggiring
orang-orang kembali dari tempa peraduan ke tempat peristirahatan.
Terlihat seorang gadis sedang memeriksa
sepedanya d tempat parkir sebuah gedung sekolah.Dengan wajah ceria dan berjalan
masuk ke area sekolah,sambil membawa kanting plastik besar.Dia terus berjalan
menyusuri koridor sambil terus bersenandung kecil.Namun,saat akan sampai di
sebuah studio musik,gadis itu mematung memandang ke arah itu.Dilihatnya seorang
gadis dan seorang pemuda yang sangat ia kenal duduk berdua disana,saling
berhadapan,berpegangan tangan memancarkan aura kebahagiaan.
“Searang aku tahu kak,kenapa akhir-akhir
ini kau menjauhiku,kenapa kau tak pernah mambalas pesankuaku juga sadar apa
maksud kamu selama ini Ine,sadar maksud perkataanmu bahwa aku dan haris tidak
cocok,sadar mengapa kau selalu senang saat aku mengajakmu ke studio,tersadar
mengapa kau sering absensaat belajar bersama”.Bisik gadis itu dalam sepi “Aku
bodoh” pekik gadis itu hati.Tak terasa air mata mengalir membasahi pipinya.Rintik-rintik
gerimis mulai turun membasahi lam semesta.Tumpuhan air itupun semakin
deras,sederas tangisan gadis itu.
Tubuhnya lemas,dijatuhkanya bungjusan
plastik yang ia bawa yang ternyata isinya ada;a kue tart yang kan ia gunakan
untuk merayakan pesta ulang tahun kejutan untuk Haris pemuda yang ada di dalam
studio itu.Terdengar bunyi “Brrrooaak” keras.Seketika itu juga 2 orang yang ada
di dalam studio itu menoleh ke sumber suara,mereka mendapati seorang gadis
bediri mematung beruraian air mata.Berambut panjang tergerai menggunakan kaos
yang dirangkap dengan hem ungu dipadukan dengan jeans biru tua,sangat
serasi.Haris segera mengenali gadis itu.
“Via....Via....ini nggak...”teriak
Haris.Sebelum Haris menyelesaikan kalimatnya gadis itu telah berlalu pergi.”Via....tunggu....”
teriaknya lagi.Namun gadis itu telah pergi di tengah guyuran hujanyang begitu
lebat,membawa sejuta duri yang menusuk relung hatinya,air mata tak henti
hentinya mengalir tersamarkan oleh derasnya air hujan.Tak ada yang mengerti
perasaanya saat ini,kecuali dirinya sendiri.
Gadis itu terus berlari mengambil
sepedahnya dan mengayuhnya sekencang-kencangnya.Dia sampai dirumah dalam
keadaan basah kuyup,beberapa langkah ia berjalan memasuki rumah,tubuhnya terasa
berat,sedetik kemudian,tubuhnya terhuyung dan dia jatuh tak sadarkan diri.
#
Diberanda rumah,Via melamun meikirkan
kejadian kemarin,kemudian dia teringat sesuatu.Bergegas ia pergi ke
kamarnya,mengobrak abrik lamari pakaianya.Dia frustasi mencari sesuatunamu tak
kunjung menemukanya,setelah pencarian panjang,akhirnya Via menemukan benda yang
dicarinya. Sebuah kotak. Setelah itu, Via segera mengambil sepedahnya, mengayuhnya
dengan wajah pucat karna kehujanan kemarin.
Sampailah Via di sebuah danau yang
sangat indah nan asri tapi sepi.Disana berjajar rapi beberapa perahu di tepi
dermaga.Disandarkan sepedanya di sebuah pohon.Segera ia berlari ke dermaga,tak
lupa dibawanya kotak itu.Sesampainya di dermaga,Via segera membuka kotak
itu.Kotak yang berisi semua kenangan dengan Haris.
Berputar kembali ingatanya saat bertemu
Haris untuk pertama kali sekitar 3 tahun yang lalusaat ia masih duduk di kelas
1 SMA.Saat itu,Sedang diadakan sebuah audisi untuk ekstra musik
desekolahnya.Via mengikuti audisi itu,dengan keahlianya bernyanyi,bermain
gitar,dan bermain piano Via pun lolos audisi tersebut.Haris adalah salah satu
guru pembimbingnya.Sejak saat itulah dia sangat dekat denga Haris.Pesona dan
karisma Haris mampu membuat Via tak terkutik.Seiring berjalanya waktu,Via dan
Haris pun menjalin hubungan.Selisih umur 5 tahun tak menjadi penghalang
hubungan keduanya, Harislah cinta pertama Via. Via dan Haris pun pernag berduet
dalam acara pentas seni di sekolahnya. Namun, entah mengapa sejak beberapa hari
lalu Via merasa Haris dan sahabatnya, Ine berubah. Hingga tibalah hari itu,saat
dia mengatahui semuanya,penghianatan 2 orang dekatnya.
Via kembali memandangi kotak itu,tak terasa air mata meleleh dari 2
sudut matanya.Pelan-pelan ia membuka kotak itu.Diambilnya sati persatu benda
didalam kotak.Ada sebuah album,boneka,bungkus coklat,bunga mawar kering dan
sebuah liontin yang bertuliskan “V&H”.Via mengeluarkan sebuah korek api
dari kantong bajunya dan mengambil album fotonya.Via membuka dan memandang foto
foto dalam album tersebut.Foto foto saat dia bersama Haris,dengan air mata yang
mengalir,Via merobek robek album itu lalu membakarnya.Dilanjutkan dengan
membakar semua barang barang yang ada di dalam kotak itu,hingga hanya tersisa
sebuah liontin hati pemberian Haris.Via menatapnya dalam dalam,menggenggamnya
erat erat lalu sedetik kemudian Via membuang kiontin itu kedanau dan berteriak
kencang “Haariiiiiiiiiiiiiiiiis.......”.Via terduduk lemas di dermaga menngis
dalam kesendirian,tersedu dalam dalam penderitaan batin cinta.
*Andai aku dapat memutar waktu
Ku ingin kembali disaat aku masih
bersamamu
Mengukir kengan indah di kalbu
Selalu bahagia meski disaat sendu
Kengan hanya masa lalu
Ingin rasanya melupakan semua itu
Namun kau selalu hadir di setiap mimpiku
Memberikan sejuta harapan semu
Sakt hatiku terkoyak rindu
Terngiang suaramu yang mengalun rindu
Mengiringi keprgian dariku
Yang meninggalkan luka dihatiku
Akankah kau akan mengerti perasan ku
Membuatku begitu sulit melupakanmu
Namun semua rasa hanya bertumpu padaku
Hingga akupun dibuat ragu
Haruskah aku bertahan tanpa kepastian menunggu
Sendirian menatap janji palsu
Menusuk rasa yang tak kunjung layu
By:
Ulfiyatul Hasannah